by Radenmas Raka
Herawan (notes) Wednesday,
January 27, 2010 at 6:26pm
Baiti jannati
itulah untaian kata indah yang keluar dari bibir mulia Rasulullah SAW, dalam
mengilustrasikan kehidupan rumah tangga beliau yang sakinah mawaddah warohamah
dan penuh kebahagiaan.
Kebahagiaan
dalam rumah tangga seorang muslim tidaklah didasari oleh harta dan kecantikan
semata, walau tak dapat dipungkiri, kalau keduanya merupakan salah satu faktor
penunjang.
Kalau kita
cermati lebih lanjut dan menghayati kehidupan rumah tangga Rasul SAW, kita akan
menemukan dua faktor utama yang menyebabkan rumah beliau seperti syurga. Dua
faktor tersebut adalah suami shaleh dan istri yang shalehah, kenapa?, karena
keduanya orang yang paham betul bagaimana cara membahagiakan pasangan hidupnya.
Suami shaleh
adalah seorang suami yang selalu ingat bahwa Allah memerintahkannya agar ia
mempergauli istrinya dengan baik dan ia tahu bahwa istri merupakan amanah yang
dititipkan Allah kepadanya, karenanya, membahagiakan istri merupakan ibadah
baginya.
Demikian pula
dengan istri yang shalehah, ia mengerti betul bahwa ketaatannnya kepada suami
adalah perintah Rasul dan merupakan ibadah yang dijanjikan pahala oleh yang
Maha Pengasih. Begitulah, suami yang shaleh dan istri shalehah apabila mereka
berdua saling mencintai maka keduanya akan selalu berusaha merealisasikan cinta
tersebut dengan saling membahagiakan pasangannya. Namun jika keduanya tidak
saling mencintai (kayaknya nggak mungkin, ya!!??) atau salah seorang diantara
keduanya tidak mencintai yang lain atau pada saat-saat kesel dan sebel, niscaya
mereka tidak akan menyakiti satu sama lain.
Pada kesempatan
kali ini perkenankanlah penulis lebih menitik beratkan pembahasan tentang
wanita shalehah tanpa mengurangi eksistensi pria shaleh, karena pada prinsipnya
mereka mempunyai tuntutan dan pahala yang sama. Allah berfirman : Barang siapa
yang mengerjakan amalan-amalan shaleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia
orang yang beriman, maka mereka itu masuk kedalam syurga dan mereka tidak
dianiaya walau sedikitpun. (Qs 4 : 12). Lihat juga firman Qs 9 : 71 dan Qs 33 :
35.
Rasulullah SAW
sangat menganjurkan kepada para pemuda agar mereka lebih mempriorotaskan
memilih dzaatuddin (baca : wanita shalihah) untuk dijadikan pendamping
hidupnya. Beliau bersabda yang artinya : Wanita dinikahi karena empat perkara :
karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya. Maka pilihlah yang
beragama (shalehah) niscaya engakau akan bahagia. (Muttafaqun Alaih)
Wanita shalihah..
Ia merupakan sosok makhluk lembut yang menjadi idaman bagi setiap muslim yang
shaleh. Karena pada dirinya terdapat perhiasan terindah di dunia ini
sebagaimana disinyalir oleh Sang pembawa kabar gembira Rasulullah SAW dalam
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya : Dunia adalah
perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita shalehah.
Wanita shalehah
itu?
Wanita shalehah
adalah wanita yang benar-benar mengahambakan diri kepada Allah dan beribadah
hanya kepadaNya. Ia menjauhkan diri dari perbuatan syirik baik kecil apalagi
besar, tidak menyembah kecuali kepada Allah, tidak minta kepada kuburan atau
pohon beringin, tidak memberi sesaji kepada Ratu Laut Selatan atau ratu-ratu
lainnya, tidak kedukun, nggak make jimat dan banyak lagi perbuatan syirik yang
dapat meluluh lantakan amal shaleh. Allah berfirman yang artinya : Dan
sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada Nabi-nabi sebelummu Jika kamu
mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tetulah kamu termasuk
orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sambah
dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.
Lebih gawat lagi
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik sebagaimana termaktub dalam firmanNya
yang artinya : Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan
(sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa
saja yang di kehendakiNya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan
Allah, maka ia telah tesesat sejauh-jauhnya.(QS 4 : 116)
Wanita shalehah
adalah wanita yang taat, patuh dan berbakti kepada kedua orang tuanya, Allah
SWT menyelaraskan perintah beribadah hanya kepadanya dengan perintah berbuat
baik dengan orang tua. Perhatiakan firman Allah dalam Qs Al-Israa ayat 23-24
yang artinya : Dan Tuhanmu telah memrintahkan supaya kamu jangan menyembah
selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai
berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan
ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan
yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh
kesayangan dan ucapkanlah :
Wahai Tuhanku,
kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu
kecil. Lihat juga Qs 31 : 13-15
Wanita shalihah
adalah wanita yang menjadikan shalat sebagai kebahagian tersendiri baginya,
seperti yang dilalkukan oleh idolanya, Rasulullah SAW bersabda dalam hadits
yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasai dari Anas Ra : Dan kujadikan shalat
sebagai permata hatiku. Ia tidak lalai mendirikanshalat tepat pada waktunya,
khusu dalam shalat-shalatnya, gemar berpuasa dan bersedekah, sungguh- sungguh
dalam doanya antara takut dan penuh harap.
Wanita shalehah,
Jilbab adalah pakaiannya, busana muslimah yang menutup rapat seluruh auratnya,
pakaian yang disyariatkan oleh Sang Penguasa jagad raya kepadanya. Allah
berfirman yang artinya : “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak
perempuanmu dan istri-istri orang mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya
keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih untuk dikenal,
karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Jilbab adalah syiar islam, hanya jilbab yang menjadi pembeda antara muslimah
dan wanita kafir di tempat umum. Wanita shalehah tahu apapun yang disyariatkan
Allah kepada manusia, tidak lain untuk kebaikan mereka.
Wanita shalehah
…. Dalam dirinya terkumpul kebaikan akhlak, adab baginya lebih baik dari zahab
(emas), penghias bibirnya adalah zikrullah dan bacaan Al-Qur’an, pemerah
pipinya adalah rasa malu, eye shadawnya gahdul bashar dan ia selalu menjaga
kesuciannya sebagai aplikasi dari firman Allah yang artinya : Katakanlah kepada
wanita yang beriman Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara
kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang
(biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudungnya
kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasanya, kecuali kepada suami mereka,
atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau
putra-putra suami mereka, atau saudar-saudara leleki mereka, atau putra- putra
saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang
mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan
(terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan
janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang
beriman supaya kamu beruntung_. (Qs 24 : 31).
Ia juga menjaga
dirinya dari sentuhan laki-laki yang bukan muhrim, baik melalui bersalaman
apalagi diraba-raba. (Iiii ngeriii).Rasul SAW bersabda yang artinya : Sekiranya
ditusukkan jarum besi ke kepala salah seorang diantara kamu, itu lebih baik
dari pada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya. (HR At-Thabroni dan
Baihaqi dari mi’qol bin yasaar)
Wanita shalehah
adalah wanita yang terdidik dengan tarbiyah islamiyah, terus memperdalam ilmu
syar’i, aktif dalam kegiatan dakwah beramar makruf nahi mungkar.
Wanita
shalehah.. Ia senantisa berusaha menghindari ikhtilat, berkhalwat, apalagi
pacaran. Pacaran? makhluk apaan tuh??? Tidak la yau. Rasulullah SAW bersabda
yang artinya : ‘Tidaklah laki-laki dan perempuan berkhalwat (berdua-duaan)
kecuali yang ketiganya adalah setan.(Hr Tirmizi)
Wanita
shalehah_. Hari-hari libur dari ritualnya ia ganti dengan dangan hal-hal yang
bermanfaat, membaca buku-buku islam, mendengar kaset-kaset ceramah,
memperbanyak sedekah dan lain sebagainya.
Pendeknya,
wanita shalehah adalah sosok wanita yang taat melaksanakan perintah Allah,
sungguh-sungguh terhadap kewajiban dan hirs terhadap nawafil, sehingga ia dapat
menggapai cintaNya sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah
hadits qudsy yang dirwayatkan oleh Imam Bukhary dari Abi Hurairah yang artinya
: Rasul bersabda : Allah berfirman : Barang siapa yang menjadikan selain Ku
sebagai sekutu, Aku telah mengizinkan agar ia diperangi, tidaklah seorang hamba
mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih dari yang Aku wajibkan, dan
hambaku itu selalu mendekatkan diri kepadaKu dengan nawafil (amalan sunnah)
sehingga Aku mencintainya, apabila Aku telah mencintainya, Akulah pendengaranya
yang ia gunakan untuk mendengar dan pengelihatannya yang ia gunakan untuk
melihat dan tangannya yang ia gerakan dan kakinya yang ia gunakan untuk
berjalan, apabila ia meminta kepadaKu niscaya Aku beri dan apabila ia meminta
perlindungan niscaya Aku lindungi (Hr Bukhary)
Dan meninggalkan
laranganNya, berusaha menghindari yang makhruh dan sungguh-sungguh menjauhi
yang haram. Namun bukan berarti ia tak pernah melakukan kesalahan dan dan luput
dari perbuatan dosa, tidak, karena tidak ada di muka bumi ini orang yang tak
penah berdosa sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi SAW yang artinya :
“Setiap anak
Adam pernah melakukan perbuatan dosa, dan sebaik-baiknya orang yang yang
berbuat dosa adalah orang-orang yang bertaubat”.
Sebagai manusia
biasa, ia terkadang terjerumus pada perbuatan maksiat, akan tetapi ia akan
cepat bertaubat dari kesalahannya tersebut dan bersegera menuju ampunan Allah
sebagaimana termaktub dalam firmanNya yang artinya : “Dan (juga) orang-orang
yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka
ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi
yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?. Dan mereka tidak meneruskan
perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Qs 3 :135).
Seluruh
hari-harinya adalah ibadah, praktis dari bangun tidur sampai tidur lagi
dipenuhi dengan ibadah, no time withouth ibadah begitulah mottonya. Maka
jadilah ia seorang muslimah yang berakidah bener, ibadah seeur, akhlak bageur,
berbadan seger dan otaknya pun pinter. So pemuda muslim akan ngiler, trus
ngincer untuk selanjut nguber. Nah lho…..
Wanita shalehah.
Ketika di khitbah oleh seorang muslim yang shaleh dan multazim, ia tidak menolaknya.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya : Jika datang kepadamu (mengkhitbah) orang
yang kamu ridha dien dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia, bila tidak, akan
terjadi fitnah dan kerusakan yang besar.
Ia
memprioritaskan dua syarat dien dan akhlak, namun tidak terlalu ghuluw
(berlebihan) dalam menyaring dan menentukan pilihan, sebab ia tahu tidak ada
orang zaman sekarang yang imannya setaraf dengan Abu Bakar atau Umar. Cukuplah
baginya pemuda yang shaleh dan multazim, itulah yang ia nantikan.
Suami, ah gadis
mana yang tidak mengenangkan suami, pendamping dan pasangan hidup, yang akan
memberikan kebahagiaan dan keceriaan? Rasanya semua gadis mengimpikannya. Akan
dinantinya saat-saat kedatangan sang pujaan hati dengan debar bahagia di dada,
dengan rona memerah dipipi, terlambunglah angan dan teruntailah harapan :
Akankah kumiliki suami idaman nan shaleh?, suami yang dapat dijadikan tempat
berbagi, tempat belajar, tempat mencurahkan isi hati , tempat bermanja, juga
tempat menyerahkan ketaatan agar tercapai ridha Ilahi, suami yang menjadi qowam
yang dapat menggandeng tangan pasangannya menuju syurga Allah, suami yang
menjadi teladan, suami yang menjadi pendidik, suami yang menjadi kecintaan, aah
pantas kiranya tak boleh sembarangan memilih suami…
Wanita shalehah..
Saat memasuki jenjang pernikahan, terbetik azam dalam hatinya, untuk
mengoptimalkan diri dalam mencurahkan ketaatan kepada suaminya, terngiang di
telinganya nasehat seorang ibu Umamah binti Harits kepada putrinya dimalam
pernihkahan sang putri tercinta :
“ Wahai putriku
tersayang_ Sesungguhnya nasehat ini jika ditinggalkan karena keagungan adab
maka kutinggalkan ia untukmu. Nasehat ini merupakan peringatan bagi orang yang
lalai (lupa) dan petunjuk bagi yang berakal, jika seorang wanita tidak butuh terhadap
pernikahan, niscaya kedua orang tuanya lebih tidak membutuhkannya, akan tetapi
keduanya sangat membutuhkannya, karena wanita diciptakan untuka lelaki dan
laki-laki diciptakan untuk wanita. Putriku sayang kini engkau akan berpisah
dari udara dan dunia remaja yang akupun telah melaluinya. Kini engkau akan
menjalani hidup baru yang juga pernah kujalani, menuju kehidupan yang belum
engkau ketahui dan teman yang belum engkau pahami, dia akan menjadi raja dan
pelindung bagimu. Jadilah engkau budaknya, niscaya dia akan menjadi budak yang
dekat denganmu, ingat dan peliharalah sepuluh point yang akan menjadi modal dan
simpanan bagimu.
Yang pertama dan
kedua adalah : Tunduk berkhidmat kepadanya disertai dengan qonaah.
Memperhatikan ucapannya disertai dengan to’ah (taat).
Yang ketiga dan
ke empat : menjaga perasaan mata dan hidungnya, jangan sampai matanya melihat
sesuatu yang jelek darimu dan jangan tercium olehnya kecuali sesuatu yang harum
dan wangi.
Adapun yang
kelima dan enam : perhatikanlah waktu makan dan tidurnya, karena rasa lapar
dapat menimbulkan emosi dan kurang tidur bisa mengundang amarah.
Yang ke tujuh
dan delapan : menjaga hartanya serta menaruh hormat terhadap keluarganya,
aturlah hartanya dengan baik dan pergauilah keluarganya sebaik mungkin.
Dan yang ke
sembilan dan sepuluh : jangan engkau maksiat dan menentangnya, jangan pula
engkau beberkan rahasianya, bila engkau menentangnya maka engkau telah
mengobarkan kemarahannya dan jika engkau membeberkan rahasianya niscaya engkau
tidak akan merasa aman akan kepergiannya. Kemudian jangan sampai engkau
menampakkan kegembiraan jika ia sedang bersedih dan jangan pula menampakkan
kesedihan bila ia sedang gembira. ”
Wanita
shalehah.. Ia tahu bahwa kehidupan rumah tangga tidak melulu berjalan mulus,
berbentangkan permadani. Kehidupan rumah tangga tak ubahnya sebuah kapal yang
berlayar di tengah samudra, terkadang tenang dengan ombak dan riak-riak kecil,
namun dilain waktu angin kencang melanda, badai menghantam, ombak bergulung
seakan ingin menenggelamkan kapal dan seluruh isinya. Saat seperti itulah
peranan suami istri teruji, jika mereka kompak, bahu-membahu dengan saling
pengertian, InsyaAllah biduk akan selamat sampai ketepian.
Wanita
shalehah.. Ia menjadi sesuatu yang paling berharga bagi suaminya setelah
ketakwaannya kepada Allah, bila dipandang oleh sang suami menimbulkan rasa
bahagia dihati. Sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits yang artinya : tidak
ada yang lebih bermanfaat bagi seorang muslim setelah takwa kepada Allah dan
lebih baik baginya selain dari istri yang shalehah, apabila ia memerintahnya
dia akan mentaatinya, jika ia melihat kepadanya dia membahagiakannya, jika
bersumpah kepadanya dia menepatinya dan bila ia tidak berada di dekatnya dia
menjaga dirinya juga harta suaminya. (HR Ibnu Majah).
Ia tidak
memasukkan lelaki kerumahnya tanpa seizin sang suami dan selalu menjaga harga
diri dan kepercayaan suaminya. Allah berfirman yang artinya :
Kaum laki-laki
itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan
sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan kerena mereka
(laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita
yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya
tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka. (Qs 4 : 34).
Ia selalu ridha
dengan apa yang diberikan suami, betapapun kecilnya pemberian itu dan tidak
pernah menuntut sesuatu yang tidak tergapai oleh penghasilan sang suami.
Wanita
shalehah.. Ia sabar saat-saat sang suami meninggalkannnya untuk menuntut ilmu,
mencari rizki, atau kepentingan dakwah dan menyambut kepulangan suami dengan
senyum mengembang dan wajah ceria.
Wanita
shalehah.. Apabila suaminya dilanda futur, semangatnya mengendur, ia tampil
menegur ‘Mas kok loyyo’, memberikan motivasi dan mengobarkan semangat juangnya.
Wanita
shalehah.. Ia selalu melahirkan generasi robbani, mengenalkan putra-putrinya
kepada Allah sejak dini, bahkan sebelum sang anak itu terlahir kedunia.
Mengasuhnya dengan sabar dan penuh keibuan, mendidiknya dengan pendidikan
islami, mengajari Sunnah-sunnah Nabi, akhlakul karimah dan lain sebagainya. Ibu
adalah madrasatul Ula bagi putra-putrinya.
Dengan demikian
ia akan menjadi mar’ah shalehah, zaujah muti’ah dan ummu madrasah. Singkatnya,
wanita shalehah adalah gambaran sosok hamba Allah, pengikut Rasul, anak, istri,
ibu dan anggota masyarakat yang baik dan menjadi uswah hasanah bagi orang lain.
Indah nian
alunan nasyid yang berbunyi : Sungguh indah permata dunia, intan mutu manikam,
emas dan berlian yang memikat hati. Namun tiada seindah bunga wanita shalehah
harapan agama.
Demikianlah
beberapa sifat dan karakter wanita shalehah yang kudambakan, dan juga oleh
setiap pemuda muslim yang berakal sehat.
Akankah aku
mendapatkannya?

1 komentar:
Oke,, lanjutkan!!
Posting Komentar